Perbedaan
kata itu seolah mengandung kontroversi tersendiri bagi saya. Bisa mengandung unsur positif maupun negatif. Yaa, otak saya tak sanggup mengartikan arti dari kata "perbedaan" yang terlalu mendalam secara benar. Berulang memikirkan makna dan arti kata "perbedaan", tapi selalu bertolak belakang dengan kukuhnya pengertian perbedaan menurut hati ini.
- Perbedaan akan membawa kepersatuan, apa itu benar?
- Lalu bagaimana dengan perbedaan agama pada sebuah hubungan?
- Bisakah perbedaan itu membawa ke sebuah persatuan?
Sedangkan agama adalah sebuah dasar dari segala hal yang sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup.
- Jika berbeda dapatkah kesatuan ataupun kebahagiaan didapat dari pasangan yang berbeda agama?
- Lalu bagaimana dengan perbedaan agama pada sebuah hubungan?
- Bisakah perbedaan itu membawa ke sebuah persatuan?
Sedangkan agama adalah sebuah dasar dari segala hal yang sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup.
- Jika berbeda dapatkah kesatuan ataupun kebahagiaan didapat dari pasangan yang berbeda agama?
Sebenarnya saya mengerti bahwa "perbedaan agama" dalam suatu hubungan yang spesifik itu sangat bertentangan, terpandang tidak baik, bermakna konotasi, dan semua unsur negatif mengarah kepada kata tersebut.
Namun hati tetap kukuh dan sangat menginginkan jika semua pertanyaan itu terjawab dengan kata 'IYA'. Tetapi fakta berkata lain. Itu semua terjawab dengan kata yang sudah PASTI dan BERTOLAK BELAKANG, yaitu 'TIDAK'.
Agama hal terpenting yang dimiliki. Agama bukan hanya sekedar agama. Agama bermakna segalanya. Agamalah yang menuntun kita untuk sukses secara baik dan benar. Tidak hanya sekedar sukses, bahkan agama berperan lebih penting dari itu.
Lalu, apakah saya akan menentang agama? Seberat itukah agama menuntun untuk benar?
Jika ada sebuah pertanyaan yang tertuju kepada saya seperti ini,
Lalu, apakah anda ragu dengan agama anda? Mengapa anda seolah tidak meyakini bahwa agama akan menuntun kearah yang benar? Jika ia, apakah anda sudah berpaling dari agama anda? Jika tidak, mengapa anda tidak meyakininya?
Maka jawaban saya adalah,
Saya tidak pernah ragu dengan agama saya, islam. Saya meyakini betul bahwa agama saya akan menuntun saya kearah yang benar. Saya tidak berpaling dan tidak akan pernah.
Problem yang saya hadapi hanyalah "kebimbangan terhadap pasangan berbeda agama". Apakah jika itu terjadi pasangan ini akan tetap mendapat ridho dari Allah? Akan selalu berada di jalan yang benar menuju surganya?
Problem yang saya hadapi hanyalah "kebimbangan terhadap pasangan berbeda agama". Apakah jika itu terjadi pasangan ini akan tetap mendapat ridho dari Allah? Akan selalu berada di jalan yang benar menuju surganya?
Tuhan serumit ini kah arti "perbedaan" bagi saya?
Terutama "perbedaan agama". Sesulit itukah saya harus menerima bahwa perbedaan agama tidak dapat ditoleransi kembali?
Namun terdapat sebuah quote: "Untuk ku agamaku, untuk mu agamamu". Mungkin dengan quote itu saya menemukan secercah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang masih bergentayangan dipikiran saya. Semoga Allah senantiasa memberi jawaban dengan "menurunkan" yang sesuai dan seiman dengan saya.
Berharap agar saya dapat berperilaku benar terhadap ini.
Terutama "perbedaan agama". Sesulit itukah saya harus menerima bahwa perbedaan agama tidak dapat ditoleransi kembali?
Namun terdapat sebuah quote: "Untuk ku agamaku, untuk mu agamamu". Mungkin dengan quote itu saya menemukan secercah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang masih bergentayangan dipikiran saya. Semoga Allah senantiasa memberi jawaban dengan "menurunkan" yang sesuai dan seiman dengan saya.
Berharap agar saya dapat berperilaku benar terhadap ini.

